HomeNews

Terkait Pembangunan Bendung Raksasa Bolango, Warga Minta BPN Bone Bolango Segera Bayarkan Hak Mereka

“Yang jadi masalah sekarang, saya melihat beberapa masyarakat yang sudah terbayarkan itu sudah banyak yang menggunakan uang mereka untuk membeli mobil, jadi kecil kemungkinan mereka bisa membangun rumah baru lagi sebagai pengganti rumah lama kalau uangnya sudah habis, karena tidak jelasnya proses pembayaran dari Badan Pertanahan,” ujarnya.

“Kami sangat berharap yang kesekian kalinya kepada Badan Pertanahan Nasional yang ada di Pusat maupun yang ada di daerah untuk segera membayarkan hak-hak masyarakat Bulango Ulu yang terkena dampak pembangunan bendungan ini,” tutup Kades Owata.

Dedy Nadjamuddin sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bendungan Bulango Ulu saat ditemui dilokasi proyek, Rabu (22/03/2023) mengatakan bahwa pihaknya di lokasi pekerjaan 24 jam dipantau oleh Menteri PUPR, Wamen sampai Direktur Jendral Sumber Daya Air melalui CCTV.

“Mohon maaf, bapak-bapak semua datang disini pasti terekam, kami punya CCTV sebanyak 6 unit dari ujung sana sampai disini,” ujar Dedy Nadjamuddin.

Dedy lalu menjelaskan bahwasanya pekerjaan bendungan Bolango Ulu sesuai yang masuk dalam penunjukan lokasi (penlok) telah memiliki izin lingkungan (Amdal) sehingga lokasi yang tidak masuk dalam penlok bukan merupakan tanggung jawabnya ketika terjadi penggundulan lahan.

“Katanya bapak-bapak ada juga dari LSM lingkungan, ini mohon maaf, yang gundul-gundul itu diluar tanggung jawab kami, tanggung jawab saya cuma yang didalam lingkaran penlok, penlok kami pun masih ada batas keluarnya itu tanah negara pembebasan kami, dalam penlok itu sudah pasti ada Amdal, dan ini yang kami takutkan jika Pak Menteri PUPR datang kesini” ujar Dedy

Dedy pun menjelaskan bahwasanya pekerjaan bendungan Bone Bolango tersebut sesuai penlok seluas 1.147,48 Hektare dan menurutnya lahan yang dikerjakan sudah 95% terbayarkan sehingga masyarakat sangat mendukung proses pembangunan tersebut.

“Kawasan Penlok itu sebesar 1.147,48 Hektar, batas yang cuttingan itu, Alhamdulillah di lokasi pekerjaan ini sudah 95% yang sudah terbayar, dan Alhamdulillah masyarakat juga mendukung sekali, karena kenapa saya bilang mendukung, ada kurang lebih beberapa masyarakat itu memberikan izin kami kerja, begitupun rumahnya dibongkar sendiri kasihan, mereka bilang silahkan, yang penting dibayar,” tambah Dedy.

Bagikan:   
Exit mobile version