Dari ketujuh nama tersebut, Elnino dan Rahmiyati Yahya yang terlama di Senayan, keduanya sudah hamper 20 tahun di Senayan. Fadel hamper 15 tahun. Rachmad akan memasuki 10 tahun.
Menagih Janji
Yang menjadi pertanyaan menarik adalah apa agenda dan janji mereka lalu selama kampanye? Dan bagi yang telah duduk di Senayan baik satu atau dua periode, tiga bahkan empat periode, apa yang telah mereka lakukan selama ini? Apa pula yang tidak sempat mereka lakukan? Adakah janji-janji mereka yang tidak bisa mereka kerjakan? Karena apa? Apa sebab mereka tidak bisa mengerjakan janji dan amanah itu?
Tentu setiap yang telah duduk selama satu atau dua periode bahkan tiga dan empat periode, masing-masing memiliki alasan, dan tentu saja harus mencari-cari alasan untuk menjawab itu. Tapi, walaupun ada janji dan amanah yang tidak sempat mereka tunaikan, namun rakyat telah memilih mereka untuk kali kesekian, dengan harapan yang terus bertambah disertai kekecewaan yang terus berulang.
Memang, problem bagi legislatif adalah soal mekanisme pengawasan. Pengawasan bagi legislatif berbeda dengan pengawasan bagi eksekutif. Eksekutif harus menyampaikan janji dan visi-misi dalam dokumen perencanaan, lalu harus menyeimbangkan hal itu dengan kondisi fiskal daerah, harus menentukan skala prioritas yang harus dibiayai.
Eksekutif juga harus mengerjakan janji mereka dalam empat triwulan dengan konsekuensi pengawasan dari banyak lembaga terkait seperti BPK, BPKP, Ombusdman, PPATK, Kejaksaan, Kepolisian hingga KPK. Secara periodik, eksekutif harus menyampaikan laporan kinerja kepada lembaga-lembaga pengawasan termasuk DPR/DPRD. Belum ditambah dengan pengawasan dari masyarakat.
