Kemendikdasmen menegaskan bahwa PJJ tidak selalu berbasis daring. Bagi sekolah yang terkendala jaringan internet dan listrik, pembelajaran dilakukan secara luring menggunakan modul cetak, lembar aktivitas, penugasan rumah, guru kunjung, serta siaran radio atau televisi lokal. Beban belajar pun disederhanakan dengan fokus pada literasi, numerasi, dan penguatan karakter.
Guna memperkuat perlindungan di lapangan, pemerintah menyediakan ruang kelas aman asap serta sedikitnya satu sekolah rujukan aman asap di setiap kecamatan terdampak. Prioritas penanganan diberikan kepada 1.365 sekolah tanpa listrik yang tidak dapat melaksanakan PJJ daring. Selain itu, Pos Pendidikan Darurat Karhutla di tingkat pusat dan UPT provinsi terus memantau perkembangan ISPU, moda pembelajaran, hingga gangguan kesehatan warga sekolah.
Dirjen Gogot mengimbau para orang tua untuk memantau kualitas udara dari sumber resmi, membatasi aktivitas luar rumah, memastikan anak memakai masker, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika muncul gangguan pernapasan.
“Kita tidak ingin anak-anak harus memilih antara kesehatan dan pendidikan. Keduanya harus kita lindungi. Negara bersama pemerintah daerah, sekolah, guru, dan orang tua akan memastikan anak-anak tetap aman sekaligus tetap memperoleh haknya untuk belajar,” tutup Gogot.##








