Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Rusli Habibie Vs Rahmat Gobel

Oleh: Funco Tanipu

Rusli Habibie (kanan) dan Rahmat Gobel (kiri). (Wikipedia)

Demikian pula RG, apakah performancenya seperti Pemilu 2019 silam atau bahkan lebih tinggi? Karena “high-performance” RG pada Pemilu 2019 silam ditengarai karena memiliki banyak “instrumen penunjang”. Berbeda dengan jelang Pemilu 2024 kini, apakah RG masih bisa meraih suara maksimal di Pohuwato yang kini Bupatinya adalah Gerindra dan kemungkinan akan mendukung Elnino?. Demikian pula apakah perolehan suara RG di 2019 di Kabupaten Gorontalo yang sekitar 40 ribuan bisa stabil? Sebab, Bupati Gorontalo yang PPP pasti akan memobilisasi suara untuk istrinya yang berada pada nomor urut pertama PPP. Begitu pula basis RG di Bone Bolango “sepeninggal” Hamim, apakah Merlan Uloli bisa diharapkan melakukan “konsolidasi” untuk mempertahankan 30 ribuan suara itu dalam lima bulan?

Perlu diingat pula, pada Februari 2024 nanti, akan ada tiga daerah yang akan dan telah dijabat oleh Penjabat yakni Boalemo, Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo. Pengisian itu sedikitnya akan ditentukan oleh Penjabat Gubernur Ismail Pakaya. Pertanyaannya, apakah Penjabat Gubernur Gorontalo memilih “independen” dan “netral” sebagaimana tugas dan fungsi normatifnya? Atau malah akan terbawa arus partai yang “mendukungnya” menjadi Penjabat Gubernur? Atau kemudian, ia mulai digoda oleh sebagian kecil orang untuk ikut kontestasi Pilgub nanti, hingga harus memobilisasi dukungan pada “arah tertentu” di Pemilu 2024 nanti? Pilihan-pilihan ada padanya, pada pundak Ismail Pakaya. Apapun keputusannya, akan ada resiko serius sebagaimana terjadi pada Penjabat sebelumnya, kecuali ia normatif dan “tegak lurus” pada tupoksi dasarnya sebagai birokrat.

Bagikan: