Definitif.id – Daftar Calon Sementara DPR RI untuk Pemilu 2024 telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Khusus untuk daerah pemilihan Gorontalo, ada banyak tokoh yang pernah punya rekam jejak dan “nama besar” yang berderet untuk bertarung memperebutkan tiga kursi wakil Gorontalo di Senayan.
Sebutlah nama Rahmat Gobel, Rustam Akili, dan Winarni Monoarfa (Nasdem), Rusli Habibie, Roem Kono dan Idah Syaidah (Golkar), Elnino Mohi (Gerindra), Syarifudin Mosii dan Roni Sianturi (PDI P), Idris Rahim dan Forry Maway (PPP), Reyna Usman dan Norman Kamaru (PKB).
Bahwa ada juga nama-nama lain yang masuk dalam DCS DPR RI, namun dibandingkan deretan nama di atas, popularitas mereka masih kalah jauh. Bagaimanapun popularitas (keterkenalan) adalah modal dasar untuk kemudian disukai hingga dipilih. Pemilih tentu tak akan memilih yang tidak dikenal dan disukainya.

Pertanyaanya, dari sekian banyak deretan nama tokoh di atas, tetapi kenapa hanya Rusli Habibie (RH) versus Rahmat Gobel (RG) yang dianggap serius dalam kontestasi kali ini. Sebab, kontestasi keduanya semacam perang bintang politik lokal.
Walaupun kontestasi antar tokoh seperti ini pernah banyak terjadi di era silam seperti Ahmad Pakaya vs Fadel Muhammad, Medi Botutihe vs Nurdin Monoarfa, Hasan Abas Nusi vs Achmad Nadjamudin dan banyak rivalitas seperti ini, tapi perjumpaan mereka tidak pernah dalam rivalitas terbuka untuk memperoleh dukungan suara rakyat melalui proses elektoral langsung. Kontestasi dengan model seperti ini baru pertama kali dalam sejarah politik Gorontalo karena akan melibatkan ratusan ribu orang dengan mengerahkan segala instrumen dan sumber daya.








