Definitif.id, Gorontalo – Kinerja 45 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo kembali menjadi sorotan publik. Lembaga yang semestinya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan justru dinilai semakin kehilangan efektivitas akibat tingginya intensitas perjalanan dinas yang dilakukan hampir setiap pekan.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Fakta News, aktivitas kedinasan para anggota dewan lebih banyak dihabiskan di luar daerah dibanding menjalankan rapat-rapat kerja di kantor DPRD. Dalam satu pekan kerja, kegiatan rapat di kantor bahkan disebut hanya berlangsung sekitar satu hari, sementara hari-hari lainnya diisi dengan agenda perjalanan dinas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai optimalisasi fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah. Sebab, sebagai representasi rakyat, anggota DPRD memiliki kewajiban memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan kepentingan masyarakat.
Koordinator Aliansi Peduli Keadilan dan Pembangunan Daerah, Wahyu Pilobu, melontarkan kritik keras terhadap pola kerja DPRD Provinsi Gorontalo yang menurutnya sudah jauh dari harapan masyarakat.
Menurut Wahyu, maraknya perjalanan dinas yang dilakukan hampir setiap minggu berpotensi mengurangi efektivitas pelaksanaan tugas utama anggota legislatif. Ia menilai masyarakat berhak mengetahui urgensi, manfaat, serta hasil konkret dari setiap perjalanan dinas yang menggunakan anggaran negara.
“Jangan sampai perjalanan dinas hanya menjadi rutinitas yang menghabiskan anggaran, sementara fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan justru melemah. Rakyat berhak mendapatkan penjelasan mengenai manfaat setiap perjalanan dinas yang dilakukan,” tegas Wahyu.








